Ophal Lapho. Diberdayakan oleh Blogger.

Kalimat

* KALIMAT *
· Menurut kamus besar bahasa Indonesia, kalimat adalah kesatuan ujar yang mengungkapkan suatu konsep pikiran dan perasaan.
· Kalimat adalah satu bagian ujaran yang didahului dan diikuti oleh kesenyapan sedangkan intonasinya menunjukkan bahwa bagian ujaran itu sudah lengkap (Sudaryat, 1985:80).
· Kalimat adalah bagian terkecil dari ujaran atau teks yang mengungkapkan pikiran yang utuh secara ketatabahasaan (Mulyono, 1999:25).
· Dalam bentuk bahasa tulis kalimat didahului oleh kata berhuruf kapital dan diakhiri tanda titik untuk kalimat berita, tanda tanya untuk kalimat yang memerlukan jawaban, atau tanda seru untuk kalimat perintah (Sudaryat, 1985:80).

Macam-kalimat, yaitu :
1) Kalimat tunggal : Kalimat yang hanya mengandung satu klausa atau satu pola S-P-O-K.
Contoh : Ayah mencukur kumis di kamar mandi

2) Kalimat inti : Kalimat yang terdiri dari dua unsur pusat atau inti ( S-P ). Contoh : Adik menangis.
3) Kalimat majemuk : Kalimat yang mengandung lebih dari satu klausa/lebih dari satu pola S-P-O-K. Kalimat majemuk dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu :
a) Kalimat majemuk setara dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu:
1) Kalimat majemuk setara menggabungkan.
Konjungsi yang dipergunakan : dan, serta, lagi, pula, dan juga
2) Kalimat majemuk setara mempertentangkan.
Konjungsi yang dipergunakan : tetapi, namun, sedangkan, dan melainkan.
3) Kalimat majemuk setara memilih.
Konjungsi yang dipergunakan : atau.
4) Kalimat majemuk setara menguatkan.
Konjungsi yang dipergunakan : bahkan, dan malahan.
5) Kalimat majemuk setara mengurutkan.
Konjungsi yang dipergunakan : lalu, kemudian, setelah itu, dan sesudah itu.
6) Kalimat majemuk setara menjelaskan isi.
Konjungsi yang dipergunakan : bahwa, yaitu, ialah, adalah, dan yakni.



# Eksplisit : Memakai kata hubung
Contoh : Ayah mencukur kumis dan Ibu memasak sayur.
# Implisit : Tidak memakai kata hubung, tapi memakai tanda koma
Contoh : Ayah mencukur kumis, Ibu memasak sayur.
b) Kalimat majemuk rapatan : Gabungan beberapa kalimat tunggal yang karena subjek atau predikatnya sama maka bagian yang sama hanya disebutkan sekali.Contoh :- Pekerjaannya hanya makan. - Pekerjaannya hanya tidur. - Pekerjaannya hanya merokok. Semua kalimat tersebut kemudian dirapatkan menjadi:- Pekerjaannya hanya makan, tidur, dan merokok.
- Mereka tidak perlu tahu kapan kita harus pergi.
- Mereka tidak perlu tahu bagaimana kita harus pergi.Kedua kalimat tersebut kemudian dirapatkan menjadi:-Mereka tidak perlu tahu kapan dan bagaimana kita harus pergi.

c) Kalimat majemuk bertingkat dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu:
· Kalimat majemuk bertingkat menyatakan hubungan waktu.
Konjungsi yang dipergunakan : saat, sebelum, selama, setelah, dan seraya.
· Kalimat majemuk bertingkat menyatakan hubungan syarat.
Konjungsi yang dipergunakan : jika, kalau, bila, dan jika kalau.
· Kalimat majemuk bertingkat menyatakan hubungan tujuan.
Konjungsi yang dipergunakan : untuk, demi, bagi, supaya, dan agar.
· Kalimat majemuk bertingkat menyatakan hubungan perbandingan.
Konjungsi yang dipergunakan : daripada, bagai, umpama, dan seperti.
· Kalimat majemuk bertingkat menyatakan hubungan sebab.
Konjungsi yang dipergunakan : karena, sebab, sebab itu, dan karena itu.
· Kalimat majemuk bertingkat menyatakan hubungan akibat.
Konjungsi yang dipergunakan : sehingga, dan maka.
· Kalimat majemuk bertingkat menyatakan pengandaian.
Konjungsi yang dipergunakan : seandainya, dan sekiranya.
· Kalimat majemuk bertingkat menyatakan hubungan pegecualian.
Konjungsi yang dipergunakan : kecuali, dan selain.
· Kalimat majemuk bertingkat menyatakan hubungan cara.
Konjungsi yang dipergunakan : dengan.
· Kalimat majemuk bertingkat menyatakan hubungan alat.
Konjungsi yang dipergunakan : dengan.
· Kalimat majemuk bertingkat menyatakan hubungan kemiripan.
Konjungsi yang dipergunakan : seolah-olah, dan seakan-akan.

Contoh kalimat majemuk bertingkat :
1) Kalimat Majemuk Bertingkat Anak Kalimat Pengganti Subjek
Contoh : Ibu/ pergi/ ke pasar
Wanita dengan berjalan kaki itu/ pergi/ ke pasar
2) Kalimat majemuk bertingkat ank kalimat pengganti predikat
Contoh : Gunung itu/ tinggi
Gunung itu/ kira-kira berukuran 1000 m
3) Kalimat majemuk bertingkat anak kalimat pengganti objek
Contoh : Ayah/ mengatakan/ hal itu
Ayah/ mengatakan/ bahwa kiki nakal
4) Kalimat majemuk bertingkat anak kalimat pengganti keterangan
Contoh : Ayah/ pulang/ tadi malam
Ayah/ pulang/ saat matahari terbenam

4) Kalimat transformasi : Kalimat inti yang mengalami
a) Pembalikan susunan Contoh : Menangis adik. b) Perubahan intonasiContoh : Adik menangis => Adik, menangis? c) Perluasan Contoh : Adik saya sedang menangis dikamar. d) Penegasan Contoh : Adik tidak menangis.

5) Kalimat langsung: Kalimat yang menyatakan pendapat orang ketiga dengan mengutip kata-katanya persis seperti waktu dikatakannya. Contoh :- "Aku benar-benar mencintaimu. Aku ingin kau menjadi millikku"
kata ibu kepada ayah. - "Kontak batin antara lbu dan anak," katanya, "ialah rahmat Tuhan yang tak ternilai harganya." 6) Kalimat tak langsung : Kebalikan kalimat langsung, yaitu yang menyatakan isi ujaran orang ketiga tanpa mengulang kata-katanya secara tepat.
Contoh : - Dia mengatakan bahwa kontak batin antara ibu dan anak adalah rahmat Tuhan yang tak ternilai harganya.
- D. J Schwartz menegaskan bahwa, yang penting bukan kenapa kita tidak maju, tetapi bagaimana kita harus maju.

7) Kalimat elips : Kalimat ini juga kalimat tidak sempurna atau kalimat tak lengkap, yaitu kalimat yang sebagian unsurnya dihilangkan karena dianggap sudah jelas dari konteksnya.Contoh :- Ah, masa?- Yah... mudah-mudahan saja!
8) Kalimat inverse : Kalimat ini disebut juga kalimat susun balik yaitu predikatnya mendahului subjek.
Contoh:- Telah dibenahi kakak semua mainan adik- Sadarlah Andi bahwa mencintai orang lain sebagaimana mencintai diri sendiri adalah jalan terbaik menuju bahagia !- Curilah HP itu !9) Kalimat minor : Kalimat yang hanya mengandung satu unsur pusat atau inti.Contoh :- Diam!- Sangat bahagia.- Silakan saja!- Apa?10) Kalimat mayor : Kalimat yang mengandung lebih dari satu unsur pusat.Contoh :- Dia sudah berangkat- Kasur kakak rusak- Jika ingat melakukan kebajikan, lakukanlah sekarang.
11) Kalimat verbal : Kalimat yang predikatnya adalah kata kerja.
Contoh :
a) Saya sedang menulis.
b) Dia sedang dipukul.
c) Paman kejatuhan kelapa.
d) Ibu berjualan gado-gado di kantin.

12) Kalimat nominal : Kalimat yang predikatnya bukan kata kerja atau selain kata kerja.
a) Bapaknya direktur Bank Mandiri. (K-B)
b) Ibunya kasir di gedung bioskop. (K-B)
c) Wajahnya cantik sekali. (K-S)
d) Pacarnya dari Amerika. (K-Depan)
e) Kucingnya satu lusin. (K-Bilangan)

13) Ciri-Ciri Kalimat Aktif :
1) Kalimat Transitif :
a. Kalimat yang berobjek langsung atau berpelengkap langsung
b. S-P-O atau S-P-Pel
Macam-macamya :
1) Kalimat Ekatransitif (S-P-O)
Contoh :
a) Presiden merestui pembangunan jembatan Suramadu.
b) Nilai UNAS menentukan nasib para siswa.
2) Kalimat Dwitransitif (S-P-O-Pel)
Contoh :
a) Ayah membelikan adik baju baru.
b) Dia menyebut pacarnya ”Kucing Garong”.
c) Dia mengira aku orang Batak.
Kalimat Semitransitif (S-P-Pel)
Contoh :
a) Botol itu berisi madu.
b) Tata tertib ini berdasarkan kesepakatan bersama.
c) Dia kehilangan banyak darah.
d) Adiknya menyerupai Rain.
e) Ayahnya menjadi Bupati Sidoarjo.




2) Kalimat Intransitif : Kalimat yang tidak berobjek (langsung) dan juga tidak berpelengkap.
Contoh :
1. Pak Maksum belum datang. (S-P)
2. Pesawat itu mendarat di tanah lapang. (S-P-K)
3. Mereka berjalan dengan tongkat. (S-P-K)
4. Dia menangis. (S-P)
5. Padinya menguning. (S-P)
6. Tiap tahun bapaknya naik haji. (K-S-P)
7. Saya naik mobil. (S-P)
8. Warnanya mencolok mata saya. (S-P)
9. Kemarahannya membabi buta. (S-P)
10. Dia hanya berpura-pura. (S-P)
3) Predikatnya berimbuhan ”ber”
Contoh: Adik bermain bola (S-P-Pel)
4) Predikatnya kata kerja aus (tak berimbuhan)
Contoh : Adik tidur pulas (S-P-Pel)

14 Ciri-Ciri Kalimat Pasif :
a) Predikatnya berimbuhan ”di”
Contoh : Sayur dimasak ibu (S-P-O)
b) Predikatnya berimbuhan ’ter”
Contoh : Kakiku tertusuk duri (S-P-Pel)
c) Predikatnya berimbuhan ”ke-an”
Contoh : Adik kehujanan di jalan (S-P-Ket)

15) Kalimat deklaratif atau kalimat pernyataan : Kalimat yang mengandung informasi tentang suatu hal untuk disampaikan kepada orang kedua agar yang bersangkutan memakluminya. Contoh :- Besok paman pergi ke Medan. - Menyerah kepada takdir bukan berarti menyerah untuk kalah karena sesungguhnya manusia ditakdirkan untuk menang.- Kecemburuan pribumi terhadap nonpribumi, terutama golongan Cina, saya pikir hanya karena perbedaan status sosial saja.




16) Kalimat interogatif atau kalimat Tanya : Kalimat yang berisi permintaan agar orang kedua memberi informasi tentang sesuatu. Contoh :- Dia pergi ke situ? - Siapa menurut pendapatmu yang akan lulus ? - Kita telah berusaha. Tetapi hasilnya mana ? - Benarkah generasi muda sukar diajak maju? Ataukah sebaliknya generasi tua yang kurang mampu menawarkan kesempatan?

17) Kalimat imperatif atau kalimat perintah : Kalimat yang mengandung permintaan agar orang kedua melakukan tindakan atau mengambil sikap tertentu sesuai dengan kata kerja yang dimaksud. Contoh :- Silakan dipahami kenyataan bahwa kaum tua-muda, wajib saling menghargai untuk saling melengkapi.- Sebagai kaum tua, Saudara harus, sadar bahwa dalam diri kaum muda pun tersirat nilai-nilai dan harapan yang jauh lebih sesuai dengan situasi baru serta dunianya sendiri.- Sebaliknya kalian, kaum muda, harap mencari, bimbingan dan pegangan dari kaum tua yang lebih berpengalaman, sebab kamu tak akan dapat bergerak meraba-raba dalam menuju kegelapan.
Share on Google Plus

About Muhammad Naufal Charishuddin

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Poskan Komentar